C̶o̶f̶f̶e̶e̶ Life Making Process

(Bukan, ini bukan artikel panduan cara bikin kopi)

Akhir-akhir ini saya memang cukup jarang minum kopi. Lebih tepatnya sih, sengaja mengurangi konsumsi kopi, karena lambung saya sepertinya punya dendam tersendiri dengan kafein. Dia suka ngambek kalau harus berjumpa dengan senyawa satu itu. Akhirnya, dari yang dulu hampir tiap hari minum kopi, sekarang seminggu sekali pun belum tentu. Kalau minum pun biasanya yang instan, secara lebih praktis dan karena saya bukan penikmat kopi yang sampai gila-gilaan, kopi instan pun rasanya sudah cukup enak :p Dan, sekali minum paling separuh sachet.

Sore hari ini hujan, dan muncullah niat buat minum kopi. Kayaknya asik, kali ya, sore-sore, hujan, minum kopi. Namun, kali ini bukan lagi kopi instan. Saya mengeluarkan coffee press dari lemari dan kopi yang sudah digiling dari freezer. Mengambil satu sendok makan kopi, memasukkannya ke coffee press, kemudian menuangkan air panas. Mengambil cangkir, memasukkan 2 sendok teh krimer dan 1 sendok teh gula. Saya menunggu sekitar 5 menit. (Akhirnya rada kelupaan, sih. Jadi hampir 10 menit, hehe). Setelah itu saya press kopinya lalu menuang ke cangkir sambil mengaduk (ini cara asal-asalan saya, pengen aja, entah berpengaruh atau tidak hahaha). Aroma kopi menyeruak, meninggalkan sebersit senyuman di bibir. Menghirup aroma kopi memang menjadi suatu kenikmatan tersendiri. Rasanya begitu menenangkan. Saya curiga aroma kopi memang mempunyai efek therapeutic. :p

Puas menghirup aroma kopi, saya pun menyeruput kopi. Tidak sampai 5 menit, cangkir saya sudah kosong. Ada yang aneh, rasanya. Tapi, saya tidak memusingkannya dan membawa cangkir serta coffee press ke dapur. Mencuci coffee press bukannya sulit, tapi perlu sedikit kesabaran dan ketelitian. Harus sabar membersihkan butir-butir kopi yang menyelip. Sisanya sih mencuci seperti biasa. Perasaan aneh itu muncul lagi. Antara senang setelah menikmati secangkir kopi dan kesal. Kesal karena proses membuatnya sekitar 10-15 menit, mencucinya susah, eh masa habis dalam kurang dari 5 menit?

Tapi, perasaan kesal itu tidak bertahan lama. Ia telah diusir oleh senyuman yang kembali muncul. Saya menyadari, ya seperti itulah hidup. Butuh proses. Kalau mau instan juga bisa dan ada banyak yang menawarkan. Itupun tidak salah. Tapi, tetap rasanya akan berbeda dengan yang prosesnya lebih panjang dan perlu perjuangan. Selain itu, untuk mencapai apa yang diinginkan, baik secara instan maupun tidak, ada serangkaian langkah yang mau tidak mau harus dijalani. Terkadang memang merepotkan dan membuat kesal. Tapi, percaya saja, tidak ada yang sia-sia. Pada akhirnya kita akan duduk tenang sambil menikmati mimpi yang telah bermetamorfosis menjadi kenyataan. Tak lupa, menyadari bahwa tidak ada yang abadi. Ia suatu saat akan habis juga dan kita perlu kembali mengalami rangkaian proses tersebut demi mendapatkannya lagi. Tak apa, dijalani saja. Bukankah hidup kita memang senantiasa dalam perjalanan? 🙂

20121212-192905.jpg
Picture taken from here.

The Bomb Has Exploded, None Was Saved.

So I’ve been growing a bomb.
Just a small one, but it grows a little bigger each time.
I know, one day it would become too big.
I know, one day I would no longer be able to handle it.
I know, one day….it would explode.

And it has exploded.
A huge explosion.
Much greater than I could’ve ever imagined.
Everybody was scared, and I was too.
Even the King knelt down asking for mercy.

Too late…
The bomb has exploded. None was saved.

20121116-191441.jpg
Picture taken from here

Busy. Busy. Busy.

Not so productive with this blog recently. Was waaaayy too busy. Tons of homework, assignments and tests. Sleepless nights. Ended up with headaches. So, I tried to use my time more wisely and I spent (almost) all the spare time I had to…..sleep :p
No, it’s not yet done. Another weeks are coming, with more homework, assignments, and tests waiting. No worries, I’ll make sure all these hecticness will be paid. 🙂

Anyway, here it is, one of the things that keep me busy. An assignment for art class.
Not yet finished on the picture below, but it has been finished. I just didn’t take the picture and directly submit it, hehe.

20121109-155944.jpg

This Too, Shall Pass.

Gloomy days, teary eyes.
I’m questioning about life.
I thought I’d come to a happy ending.
Why must all these things happened?
Should it end this way?
Why?

I’ve come to the answer.

Life has never been easy.
Life has been a suffering itself.
No one to blame, nothing to curse.
Just accept it as it comes.
No worries.
Nothing’s forever.
Storms will be over.
Rainbow’s waiting.
Yes, this too, shall pass…

Semarang, November 3, 2012
11:11

20121103-112401.jpg
Image is taken from here.

Creating A Simple html Webpage!

Yay for yesterday’s ICT (Information and Communication Technology) lesson! 😀

So, yesterday I was taught the basic of making an html web page which I consider will be very useful in the future (and even now). I can now change the font color , font size, the font itself , make it bold, italic, or underlined. Yes, I am very grateful to learn about this, since I think wordpress don’t support some of them. :p

Will surely learn more in the next session which is next week since I only have the lesson once a week on Wednesdays. Will probably tell you when I learn something new 🙂

*p.s wait…can you see the font size and type change? Because when I click the preview I can see it, but when I open the page I can’t see any changes, weird. Is it because of the mobile version or the web version is also the same? Yes, I am confused and don’t. Laugh. At. Me.

Okay, just kidding. You may laugh, but not too loud, please.

What? You are confused? Then let me be the one to laugh at you! 😀

Okay, I’m getting random. Better quickly end this sentence and click the update button.

Anyway, this is the preview, to make those randomness above clearer:
20121018-201009.jpg

‘Lulus Seleksi’

Telepon yang ditunggu-tunggu sedari pagi akhirnya bertransformasi menjadi sebuah pesan singkat. ‘Selamat’, katanya. ‘Lulus seleksi’. Dengan sebuah link website yang disisipkan untuk keterangan lebih lanjut. Walaupun setelah dilihat, ternyata tidak ada keterangan yang lebih lanjut. Hanya sebuah kalimat yang nyaris sama dengan yang tertulis di pesan singkat itu. Tapi tak mengapa, bukan itu yang terpenting. Yang terpenting, kini aku sudah bisa memanggil diriku sebagai ‘calon mahasiswa’. Itu sudah cukup untuk saat ini. Apalagi tanpa perlu membayar biaya ini-itu, hanya bermodal perjuangan, tekad, dan tiket pesawat minggu lalu saja. Iya, aku pun sadar, ini memang bukan segalanya. Ini hanya awal dari dunia baru yang telah menunggu. Tapi biarkan saja aku menikmati ini dahulu, puas akan diri sendiri dan bernapas lega.

Ya, panggil aku Amanda Myrna Wijaya, calon mahasiswa JPU Universitas Tarumanagara Program Studi Arsitektur. :’)

@amdmw is now on wordpress!

Hello, people! Akhirnya sign up wordpress, karena mendadak kepingin ngeblog lagi, tapi males buat delete satu per satu postingan di blogspot (dan sayang juga sih, siapa tahu suatu hari kangen masa-masa alay) dan tumblr rasanya kurang enak buat ngeblog. And wordpress seems good. Akan mencoba belajar menulis lagi. Entah sekedar cerita sehari-hari, reflections, or simply random thoughts or stories. Anything. (And some photos, for sure.) So, here we go. @amdmw is now on wordpress! 😉