Creating A Simple html Webpage!

Yay for yesterday’s ICT (Information and Communication Technology) lesson! šŸ˜€

So, yesterday I was taught the basic of making an html web page which I consider will be very useful in the future (and even now). I can now change the font color , font size, the font itself , make it bold, italic, or underlined. Yes, I am very grateful to learn about this, since I think wordpress don’t support some of them. :p

Will surely learn more in the next session which is next week since I only have the lesson once a week on Wednesdays. Will probably tell you when I learn something new šŸ™‚

*p.s wait…can you see the font size and type change? Because when I click the preview I can see it, but when I open the page I can’t see any changes, weird. Is it because of the mobile version or the web version is also the same? Yes, I am confused and don’t. Laugh. At. Me.

Okay, just kidding. You may laugh, but not too loud, please.

What? You are confused? Then let me be the one to laugh at you! šŸ˜€

Okay, I’m getting random. Better quickly end this sentence and click the update button.

Anyway, this is the preview, to make those randomness above clearer:
20121018-201009.jpg

Menerima Kehilangan, Berdamai dengan Realita

Sering kali kita tidak menyadari bahwa kita telah terlalu terbiasa dengan keadaan kita saat ini. Dengan setiap detail kecil yang mengisi hari-hari kita. Dan, ketika satu saja dari sekian banyak detail kecil tersebut mendadak lenyap, kita akan merasakan ada sesuatu yang hilang. Ada sesuatu yang kurang dalam hari kita. Ada sesuatu yang seharusnya ada, tetapi tidak ada. Ada sesuatu yang secara tidak kita sadari, begitu mempengaruhi jalannya hari kita. Sesuatu yang sebelumnya kita anggap biasa saja, bahkan tidak bermakna.

Sayangnya, sering kali juga kita baru mengerti maknanya setelah sesuatu itu tidak lagi ada. Ketika yang tersisa tinggal kekosongan. Padahal, yang hilang belum tentu sesuatu yang menyenangkan bagi kita, yang memang selalu kita tunggu kedatangannya. Bisa saja hanya hal sepele.

Bagaimanapun juga, pada akhirnya kita dipaksa menghadapi kenyataan, bahwa dunia memang telah berubah, selalu berubah, dan masih akan terus berubah. Tidak ada yang abadi. Terima saja. Belajar berdamai dengan realita. It’ll pass.

‘Lulus Seleksi’

Telepon yang ditunggu-tunggu sedari pagi akhirnya bertransformasi menjadi sebuah pesan singkat. ‘Selamat’, katanya. ‘Lulus seleksi’. Dengan sebuah link website yang disisipkan untuk keterangan lebih lanjut. Walaupun setelah dilihat, ternyata tidak ada keterangan yang lebih lanjut. Hanya sebuah kalimat yang nyaris sama dengan yang tertulis di pesan singkat itu. Tapi tak mengapa, bukan itu yang terpenting. Yang terpenting, kini aku sudah bisa memanggil diriku sebagai ‘calon mahasiswa’. Itu sudah cukup untuk saat ini. Apalagi tanpa perlu membayar biaya ini-itu, hanya bermodal perjuangan, tekad, dan tiket pesawat minggu lalu saja. Iya, aku pun sadar, ini memang bukan segalanya. Ini hanya awal dari dunia baru yang telah menunggu. Tapi biarkan saja aku menikmati ini dahulu, puas akan diri sendiri dan bernapas lega.

Ya, panggil aku Amanda Myrna Wijaya, calon mahasiswa JPU Universitas Tarumanagara Program Studi Arsitektur. :’)

@amdmw is now on wordpress!

Hello, people! Akhirnya sign up wordpress, karena mendadak kepingin ngeblog lagi, tapi males buat delete satu per satu postingan di blogspot (dan sayang juga sih, siapa tahu suatu hari kangen masa-masa alay) dan tumblr rasanya kurang enak buat ngeblog. And wordpress seems good. Akan mencoba belajar menulis lagi. Entah sekedar cerita sehari-hari, reflections, or simply random thoughts or stories. Anything. (And some photos, for sure.) So, here we go. @amdmw is now on wordpress! šŸ˜‰